Profil Drajat Jiwandono

profile

 

 

Namaku Drajat Jiwandono, bisa dipanggil Drajat, Dono, atau DJ biar kerenlah hehe.., dari namaku sudah kelihatan bahwa Aku adalah pemuda keturunan jawa. Nama tersebut bukanlah pemberian asli dari Ayahku. Dulu ayah sudah mempersiapkan nama Muhammad Hassan untukku. Namun sayang, karena ayahku seorang perantau beliau tidak sempat mendampingi Ibu saat aku dilahirkan.  Ketika aku lahir ayah sedang berada di Jakarta, makanya yang memberi namaku adalah kakekku yang saat itu berada di rumah. Alhamdulillah, saya terlahir sebagai anak kembar, saudara kembarku tadinya mau diberi nama Muhammad Hussen namun nasibnya sama seperti aku, dia diberi nama Drajat Jiwandoko oleh kakekku juga. Kami berdua dilahirkan dua puluh tahun yang lalu di Purbalingga tepatnya tanggal 30 Oktober 1992, Alhamdulillah secara normal dibantu dukun bayi setempat.

Ayahku bernama Iswanto beliau hanya lulusan Sekolah Dasar desa Gemuruh. Beliau berpendidikan rendah bukan karena keinginannya melainkan karena kondisi perekonomianlah yang kurang mendukung pada masa itu. Maklum, orangtua dari ayahku hanyalah seorang buruh tani di desa. Sejak lulus SD ayahku langsung bekerja di sawah dan di peternakan ayam. Pada umur 18 tahun beliau langsung merantau di Jakarta terhitung sampai dengan saat ini. Ibuku bernama Isnaeni Wuryaningsih (disapa Ibu Ningsih) beliau hanya seorang Ibu Rumah Tangga. Taraf pendidikan beliau sedikit lebih tinggi dari ayah yaitu lulusan SMP Rembang. Saya adalah anak pertama dari empat bersaudara, adikku yang kedua bernama Hermawan Dwi Yulianto yang baru masuk SMP Islam Sambas pada tahun ini. Dia juga sama nasibnya seperti aku, dulu sudah dipersiapkan nama Muhammad Rizqi oleh ayahku tetapi karena alasan yang sama akhirnya namanya menjadi seperti sekarang. Adikku yang terakhir bernama Muhammad Zaini Azhar yang baru masuk Taman Kanak-kanak pada tahun ini. Dia adalah satu-satunya anak yang diberi nama langsung oleh ayahku, alhamdulillah Ayah sudah memberi nama terlebih dahulu sebelum Ibu melahirkan. Begitulah dukanya jadi seorang perantau, mau memberi nama anak aja belum tentu kesampaian.

Meskipun saya terlahir dari keluarga yang sederhana bukan berarti impian dan cita-cita saya sederhana. Justru sebaliknya, saya mungkin termasuk pemuda yang mempunyai impian dan cita-cita yang amat besar baik untuk diriku sendiri, keluarga, agama, bangsa dan negara. Saya optimis saya akan meraih mimpi saya dimasa depan. Sekarang saya sedang menimba ilmu di Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) memasuki semester keenam dari delapan semester yang harus aku tempuh. Hanya segelintir orang yang tau tentang STSN, kebanyakan masyarakat masih salah paham/persepsi tentang STSN. STSN merupakan Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) dibawah naungan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg).

Saya percaya bahwa untuk menggapai kesuksesan tidak cukup dengan unggul di bidang akademik tapi kita juga harus mempunyai softskill. Softskill inilah yang dapat kita peroleh dengan berorganisasi dan bergaul di masyarakat. Selain sebagai mahasiswa, saya aktif di organisasi kemahasiswaan melalui Himpunan Mahasiswa STSN (HIMA-STSN). Tahun kemarin saya dipercaya sebagai staf Biro Perencanaan Kemahasiswaan Humas dan Protokol (PKHP). Tahun ini alhamdulillah saya dipercaya untuk memimpin salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak di bidang sosial yang bernama Ikatan Mahasiwa Program Kakak Asuh (IMPKA). Saya juga ditunjuk sebagai sekertaris Dewan Kemakmuran Masjid Istiqamah (seperti LDKnya STSN). Namun, belum genap satu tahun menjabat di UKM IMPKA saya mengundurkan diri karena atas izin Allah SWT saya diberi amanah menjadi Ketua Forum Mahasiswa kedinasan Indonesia (FMKI) periode 2014/2015.

Ada hal baru yang sedang saya lakukan, saat ini saya sedang belajar berbisnis sambil kuliah. Alhamdulillah sekarang saya sudah membentuk kelompok usaha pribumi(Pribumi Corporation). Sekarang saya sedang merintis bisnis makanan ringan (snack), peternakan ayam potong sampai peternakan kambing yang lokasinya berada di area lingkungan kampus STSN.  Saya mengusung konsep ekonomi berjamaah untuk setiap kegiatan bisnis yang  saya lakukan. Saya meyakini bahwa seorang mahasiswa dengan tingkat intelektual yang dimiliki bukan hanya dapat mencari penghasilan tapi lebih dari itu dapat melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar dan insyaallah bukan tidak mungkin dapat menciptakan lapangan kerja. Kuncinya adalah adanya kemauan dari mahasiswa tersebut. Saya melakukan semua ini tentu ada tujuannya, yaitu tidak lain adalah ingin menjadikan agenda islam sebagai agenda utama dalam setiap kegiatan yang saya lakukan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan ridha dan keberkahan atas setiap upaya yang saya lakukan. Amien..

Categories: Catatan Hidup, Dunia Islam, InCer '45, Kriptografi, Wirausaha | Tinggalkan komentar

Bedah Buku Bersama Ahmad Rifai Rifan di STTMKG (Bag. I)

Hari Minggu tanggal 26 April 2015, alhamdulillah.. atas izin Allah SWT sy diberikan kesempatan untuk mengikuti bedah buku di Kampus Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STTMKG) di Bintaro, Tangerang Selatan. Ada sebab khusus yang mendorong sy untuk menghadiri acara tersebut meskipun sebenarnya sudah ada beberapa agenda lain pada hari itu juga. Hal ini tentunya tidak lain dan tidak bukan karena daya tarik dari pembicara yang diundang, kebetulan merupakan penulis buku yang menjadi idolaku. Beliau ialah Ahmad Rifai Rifan, seorang penulis muda inspiratif yang telah menerbitkan kurang lebih 67 judul buku,, luar biasa untuk usianya yang baru 27 tahun. Buku yg diulas pada acara tersebut ialah “Tuhan , maaf kami sedang sibuk”. Terjadwal acara dimulai pukul 08.00 WIB sampai dgn selesai. Makanya sy sudah memperhitungkan berangkat dr kampus (Bogor) pukul 06.00 WIB sampai kampus STTMKG pukul 07.30 WIB, selesai pukul 12.00 WIB dilanjutkan sekali2 mau ngajak junior nonton film di bioskop sampe sore.. hehe. Kebetulan saat itu ada film yg cukup menarik dan lagi hits yaitu Cokroamionoto Sang Guru Bangsa. Meskipun akhirnya scenario pun tak sesuai rencana,  tapi tak apalah..

Ok.. pada tulisan ini sy mau sekedar share.. terkait begitu banyak hikmah ilmu yg sy peroleh pada acara bedah buku tersebut. Barangkali bermanfaat bagi para pembaca sekalian yg tidak berkesempatan hadir. “Tuhan, maaf kami sedang sibuk” , jika ditelan mentah2 maknanya maka kita akan menilai aneh. (menurut sy sih..). Tapi sebenarnya dgn judul ini, cukup menggelitik juga ya,, hehe,, sehingga mengundang rasa penasaran dr orang yg mendengarnya. Menurut penuturan Mas Rifai, memang ketika awal buku ini terbit juga mengundang pro kontra yg ada di masyarakat terkait pilihan kata yg diambil. Namun sy berkeyakinan bahwa pasti ada tujuan khusus mengenai pilihan kata dr penulis tersebut. Makanya sebelum menilai,, baca atau ikuti dulu bedah bukunya. (di Gramedia masih banyak..)

Buku ini ditulis karena masih ditemukan banyak orang khususnya muslim yg tidak mengutamakan ibadah sebagai prioritas utama (hal ini tercermin dr durasi waktu ibadah dalam keseharian yg minimalis), semangat ibadah yg naik turun (kurang istoqomah), banyak yg mementingkan dunia drpd akhirat, banyak yg meremehkan dosa, banyak yg  menyepelekan waktu alias tdk pandai mangatur waktu, minim persiapan utk menghadapi kematian, dll. Dengan ditulisnya buku ini harapannya bisa menjadi perantara hidayah bagi yg melakukan hal2 yg sudah sy sebutkan sebelumnya. Itu harapan penulis..

Jika direnungi, tanggung jawab kita sebagai manusia sungguh amat berat. Mengapa berat? Karena kita dibekali akal n nafsu, hal ini berbeda dgn malaikat misalnya yg tdk memiliki hawa nafsu sehingga bisa senantiasa tunduk dan taat kepada Allah SWT. Tugas manusia sudah amat jelas yaitu beribadah kepada Allah SWT seperti yg ada dalam Al Qur’an bahwa Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali hanya utk beribadah kpd Allah. Agar kita bisa menjalankan semua aktivitas kehidupan di dunia dengan nikmat maka ada beberapa tips yg dibagiakan oleh Mas Rifai. Berikut penjelasannya :

  • Benahi orientasi hidup

Orientasi kan pada dasarnya arah atau tujuan. Karena tugas pokok kita ialah ibadah maka tujuan hidup kita meraih ridho Allah SWT. Mumpung masih muda, merupakan saat yg tepat untuk meninjau kembali untuk apa sih kita hidup, tujuane iku opo..? (kata orang jawa). Apa sih yg kita cari ? apakah pangkat, kekayaan, isteri yg cantik, rumah megah, dll. Oleh karena itu, kita harus merenungi kembali darimana kita berasal dan mau kemana kita akan pergi? Peta hidup manusia bermula dari alam roh, alam rahim, alam dunia (sedang dijalani), alam barzakh, alam mahsyar, hingga sampai  antara masuk surga atau neraka. Dengan mengetahui posisi kita sekarang n kemana kita akan hidup selanjutnya maka harapannya kita  tidak mudah terlena dengan kehidupan dunia yg singkat n fana ini. Pastikan tujuan atau orientasi kita adalah menggapai ridho dr Allah SWT agar kita bisa menikmati kehidupan dunia n akhirat dgn selamat. Aamiin..

  • Benahi standar sukses

Sukses itu apa sih? Apakah punya banyak uang, kedudukan tinggi, mobil mewah, emas batangan, dll maka dianggap sukses. Mas Rifai berbagi prinsip kehidupan yg sangat manarik bahwa, “cari rizki sebanyak2nya,, gunakan untuk keperluan pribadi seperlunya sisanya dayagunakan untuk kepentingan akhirat.” Jadi seperti apa yg disabdakan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW bahwa sebaik2nya manusia ialah yg paling banyak manfaat dengan orang lain. Jadi intinya, tidak masalah seorang muslim mencari harta, kedudukan, jabatan, dll bahkan seorang muslim itu kalo bosa wajib kaya asalkan niatnya karena Allah SWT. Karena apa? Karena jika qt kaya itu enak, bisa dihormati oleh orang lain, bisa membantu sesama, bisa sedekah, ibadah pun akan tenang karena tak perlu lagi besok mau makan apa ya,.?  Jadi standar sukses bukan ketika kita bisa memenuhi semua hasrat yg kita inginkan tapi ketika kahadiran kita bisa bermanaat bagi sesame manusia.

  • Perbanyak sahabat baik

Agama seseorang ditentukan oleh agama sahabatnya, begitulah sabda dari Nabi Muhammad SAW. Kita sebagai manusia yg banyak kelemahan, tentunya wajar jika tingkat keimanan naik atau turun. Maka dari itu pentinglah bersahabat dg orang sholih agar minimal bisa saling mengingatkan. Tapi bukan berarti tidak boleh berteman dengan orang biasa yaa.. Beliau menuturkan bahwa bergaul itu harus dengan siapa saja tapi dalam bersahabat harus memilih. Jadi kita ga boleh menutup diri dg saudara kita yg mungkin mohon maaf sedang tenggelam dalam kemaksiatan misalnya.. kita jangan sampai memutuskan tali silaturahmi dg orang tersebut. Walaupun begitu jika dianalogikan sebenarnya mereka seperti orang sakit atau tersesat sehingga membutuhkan kita. Tapi urusan bersahabat harus hati2 ya.. karena dia secara langsung dan tdk langsung akan mempengaruhi kita. Lalu, bagaimana ciri sahabat yg baik? Sahabat yg baik ialah seorang sahabat yg ketika dipandang seakan2  mengingatkan kita kepada Allah. Ada ngga tuh sahabat yg kayak gitu? Jika ada perbanyaklah berkomunikasi dg dia..

  • Jangan menjadi orang rata2

Ada yg tau total penduduk dunia saat ini ? betul.. kurang lebih 7 milyar. Jangan mau menjadi orang yg biasa aja,,, atau rata2 karena dunia ini tak punya waktu untuk memperhatikan orang yang rata2. Yang diperhatikan ialah yg luar bisa bukan biasa di luar ya.. hehe, baik luar biasa dalam hal positif atau negative. Kata beliau, “jangan mau menjadi rata2, kita hidup sekali, maka jadikan hidup kita dengan penuh petualangan, berlimpah prestasi dan meninggalkan jejak sejarah.” Itulah yg idealnya dijadikan prinsip bagi seorang  muslim dalam segala bidang. Maka, target hidup harus muluk, jangan seperti air mengalir yang hanya mengikuti arus. Sebenarnya baginda pun sudah mencontohkan bahwa beliau juga termasuk tipe manusia yg bermimpi tinggi bahkan tidak masuk akal. Ya.. mungkin pernah dengar bahwa beliau semasa hidupnya juga ingin agar umat islam dapat menaklukan Persia dan Romawi yang saat itu menjadi negara adikuasa. Hal ini menunjukan bahwa pemikiran dan visi baginda strategis dan jangka panjang. Dengan modal mimpi tersebut, baginda merintis nya mulai dari nol dengan menaklukan daerah terdekat terlebih dahulu dan tentunya mempersiapkan generasi terbaik untuk terus melebarkan islam ke seluruh penjuru dunia sampai akhirnya pun impian beliau tercapai. Oleh karena itu, kita khususnya yg muda2 milikilah mimpi setinggi mungkin yakinlah dgn tekad meraih ridho illahi akan melahirkan spirit yg tanpa batas untuk meraihnya.

  • Hargai waktu

Waktu merupakan salah satu nikmat yg banyak dilalaikan orang. Beliau membagikan rumus agar kita agar dapat memanfaatlan waktu dgn bijak yaitu merasalah senantiasa dikejar oleh kematian. Agar kita tetap move on, hindari aktivitas yg kurang berguna, jangan larut dalam kesedihan dan percintaan khususnya para pemuda, hehe,, Penyakit orang muda biasanya terlalu merasa optimis bahwa usia akan panjang, sampai tue mungkin hehe.. Padahal ga ada yg menjamin bakalan hidup sampai tua. Hal ini coba kita tengok.. teman2 seperjuangan kita saat lulus SD, SMP, SMA? coba cek apakah ada yg sudah mendahului kita ? insyallah pasti ada karena umur  itu rahasia Allah SWT. Agar lebih tertib, kita hendaknya utk memiliki jadwal agenda harian lalu tuliskan aktivitas yg menjadi proritas bahkan bila perlu bawalah buku kemanapun akan pergi seperti orang jepang karena buku ialah jendela ilmu.  Hilangkan aktivitas yg gak penting, tontonan yg kurang mendidikbahkan hapus atau dihindari juga  musik2 yg galau2, hehe.. So, manfaakan waktu dengan bijak dan musuh terbesar kita ialah waktu luang.

Sementara itu dulu ya.. baru setengahnya. Dilanjutkan edisi berikutnya.

Categories: Catatan Hidup | Tinggalkan komentar

Istimewanya Yogyakarta

Bagi saya, sesuai namanya

Yogyakarta adalah kota yg sangat istimewa
sungguh..
meskipun baru empat kali berkunjung
namun kenangan manis itu
masih terpahat jelas dlm ingatan
kenangan ketika disambut masyarakat jogja
dgn penuh keramahan
kenangan ketika disambut sahabat dari jogja
dgn penuh harapan
kenangan ketika disambut penjual makanan
dgn penuh senyuman
bahkan, kenangan ketika disambut pejabat keraton
dgn penuh kesantunan
 
sempat, bergumam dlm hati..
wah.. betapa senangnya anak yg lahir dijogja
kuliah ga perlu jauh2, hehe..
wah.. betapa bahagianya mahasiswa yg bs kuliah dijogja
makanannya murah2, hehe.. (*pengalaman)
pas bngt dgn kantong mahasiswa, haha..
 
kawan, sempatkanlah mampir ke kota pendidikan
karena dikota inilah berdiri seribu kampus
kawan, sempatkanlah singgah ke kota museum
karena dikota inilah begitu bnyak museum dibangun
kawan, sempatkanlah brkunjung ke kota budaya
karena tidak bnyak kota dgn tradisi lama yg masih kental
kawan, sempatkanlah datang ke kota kuliner
karena begitu bnyk pilihan kuliner yg ditawarkan
kawan, sempatanlah melihat kota seniman
karena bnyk dijumpai musisi jalanan yg beraksi, hehe.. 
jangan kalah sama bule, loh..
yg dari tahun ketahun membanjiri kota ini
terimakasih.. sy nantikan kesannya dgn kota ini..
tugu
 

 

Categories: InCer '45 | Tinggalkan komentar

Baru Level Seremonial Agustusan

Pada hari yg istimewa ini, saya iseng membuat coretan baru. Harapannya sih bisa menjadi pengatar kita untuk berdiskusi, hehe.. Hari ini Minggu tanggal 17 Agustus 2014 negri yang kita cintai Indonesia merayakan usianya yang ke 69 tahun. Ini merupakan usia yang sudah tidak muda lagi misalnya untuk ukuran manusia, lain halnya jika menggunakan ukuran usia ikan koi misalnya yg konon bisa hidup sampai 200 ratus tahun tentu usia 69 masih tergolong muda, hehe… Banyak cara yang dilakukan untuk merayakan HUT negara kita. Saya sendiri mengapresiasi dgn diadakannya upacara bendera dlm rangka memperingati kemerdekaan meskipun jatuh pada hari minggu. Dari level Istana Negara sampai level instansi yg ada di daerah dan instansi pendidikan serentak melaksanakan upacara ini. Saya sendiri alhamdulillah diberi kesempatan untuk mengikuti upacara bendera di salah satu instansi pemerintah di Jakarta. Suasana berbeda untuk memperingti HUT RI dilakukan di masyarakat. Ketika sampai di asrama mahasiswa sepulang dari upacara, ada suasana cukup meriah terdengar dibalik pagar kampus. Kebetulan kampus saya berada di tengah lingkungan penduduk pedesaan. Karena saking penasaran setelah ganti baju dan menunaikan salat sunah saya pun beranjak ke lantai 2 untuk melihat apa sih yg terjadi dibalik pagar kampus. Wow.. ternyata tepat dilapangan milik warga yg berhimpitan dgn pagar kampus sedang diadakan perayaan HUT RI. Terpantau jelas dari lantai 2, sedang berlangsung lomba panjat pinang, seru… !. Ga tanggung2 ada dua pinang yg sudah tertancap di lapangan tersebut. Hemm.. hal ini mengingatkan sy tentang memori perayaan kemerdekaan yg persis sama ketika masih di kampung halaman (Purbalingga). Sy pun tertarik nonton bareng acara tersebut dari balkon lantai 2 Asrama bersama teman2 sesama mahasiswa yg sudah lebih dahulu nonton.

Para pemuda yg menurut taksiran saya baru usia belasan tahun begitu antusias berlomba2 guna mencapai puncak. Wah.. seru sekali pokoknya dech.. hehe.. disampingnya tersebar puluhan warga masyarakat yg menjadi penonton sekaligus penyemangat (suporter) mulai dari warga lansia sampai anak2 yg masih balita. Gagal maning.. gagal maning… ! Haha.. itu istilah yg tepat menggambarkan perjuangan para pemanjat yg masih belia tersebut. Mereka berlomba2 agar secepatnya naik ke puncak pinang. Meskipun berulang kali gagal (tak terhitung jumlahnya,) karena licinnya tiang pemanjat mereka tanpa henti2nya terus mencoba dan mencoba, padahal hal ini dilangsungkan ditengah teriknya matahari loh.. coba bayangkan sih.. ! Para penonton pun ga kalah semangatnya memberi semangat, mungkin ini menjadi sarana hiburan yg sangat murah meriah dan langka, termasuk bagi saya sendiri yg biasanya dihadapkan dgn rutinitas kampus. Sesekali para penonton termasuk sy sendiri dan teman2, ketawa-ketiwi melihat kegagalan demi kegagalan yg terjadi, kadang kesal juga tinggal selangkah lagi, eh.. mlorot lagi2 mlorot lagi.. weleh2… sempat membayangkan pula coba kalo saya yg naik, kayaknya bakal lebih parah dech.. hehe..

Setelah menanti sekian waktu, akhirnya ada salah satu peserta lomba yg berhasil naik ke puncak. Saya merasa sedikit agak gimana gitu.. terharu mungkin lebih tepatnya. Gmana ga haru ? tepat ketika sang pahlawan tersebut (maaf, agak berlebihan) naik ke puncak dia langsung mengambil sang saka merah putih yg terpasang di puncak lalu dia dgn bangganya mengibarkan dan ditunjukan ke semua penonton yg ada dibawahnya. Sorak sorai dan tepuk tangan langsung bergemuruh tepat ketika pemuda tersebut mengibarkan bendera merah putih. Setelah itu ia letakan benderanya dan memetik beberapa hadiah yg ada di puncak tersebut. Hadiahnya sih ga seberapa, ada Coca-cola, celana, raket bulu tangkis, makanan ringan, dll. tapi semangatnya.. yg luar biasa.

Beralih ke sesuatu yg agak lebih serius, yuk..kita merenung sejenak. Negara kita sudah usia 69 tahun kok masih gini2 aja ya.. gimana ya.. menjelaskannya ? Meskipun negeri ini dianugrahi Tuhan YME dengan kakayaan alam yg ga ada nomor duanya masih banyak dijumpai jutaan warga yg hidup dibawah garis kemiskinan. Hal ini nampak jelas misalnya ketika kita berada di perempatan jalan, kita bisa menyaksikan semakin menjamurnya para pengemis dan pengamen, ketika naik kereta kita juga menyaksikan banyaknya pemukiman kumuh sepanjang jalur kereta, dikolong jembatan juga sama, bahkan yg lebih ekstrimnya di pemakaman umum di jakarta pun tak luput dari pemukiman warga yg ga punya tempat tinggal. MasyaAllah.. ! Lain di kota lain pula didesa, kemarin ketika mudik lebaran, kondisi dikampung juga relatif sama ketika saya meninggalkan kampung. Masih banyak warga yg terjebak dalam kubangan kemiskinan. Hal ini terlihat jelas terutama ketika melihat kondisi rumahnya yg ga layak huni, sandang yg melekat dibadannya pun sudah usang namun blm ada rizki untuk mengganti, bahkan sampai kualitas pangan yg mereka santap setiap hari juga sungguh jauh dari kata ideal. Hal ini menjadi sinyal bahwa kesejahteraan mereka masih sangat kurang memadai. Kok bisa begini ya ? apa sih yg bisa kita lakukan ?

Menurut seorang pengusaha sukses Anindya Bakrie, Indonesia memiliki potensi yg sangat luar biasa. Indonesia adalah negara dengan jumlah pendududuk muslim terbesar didunia, dan kita punya kesempatan besar untuk menjadi pemimpin di kawasan regional Asia tenggara. Jika sudah berhasil menjadi pemimpin regional, Indonesia bisa bersaing di kawasan Asia bersama China, Jepang dan Korea. Jika telah berhasil menjadi pemimpin Asia, maka tahapan selanjutnya adalah masuk ke gelanggang dunia dan bersaing dengan negara2 daratan Eropa dan Amerika. Tentunya hal ini akan benar2 terwujud jika kita awali dengan keyakinan dan optimisme lalu selanjutnya kita mempersiapkan diri kita masing2 dengan sebaik-baiknya agar bisa bersaing dan bisa menjadi pemimpin dibidang kita masing-masing. Setuju ??

Kalo menurut Bapak Anies Baswedan, Ph.D., nilai kerja total dan keras harus benar2 diterapkan seluruh penduduk di republik ini. Tidak ada bangsa yg berhasil membangun negeri tanpa kerja keras. Tidak ada pemimpin sukses tanpa kerja keras. Tidak mungkin seorang ilmuwan bisa mendapatkan berbagai penghargaan tanpa kerja keras. Tidak mungkin sebuah perusahaan menjadi pemenang dalam kompetisi tanpa kerja keras. Jepang bisa menjadi negara penting di dunia karena kerja keras. Padahal semua mengetahui bahwa Jepang terpuruk setelah kalah di perang dunia ke II. Empat puluh tahun yg lalu, Korea selatan juga hanya negara kecil di semenanjung korea. Namun dengan kerja keras, Korsel mampu menjadi negara industri yg disegani. China pun demikian yg saat ini menjadi pesaing Amerika Serikat. Tidak mungkin hal ini terjadi tanpa kerja keras. Indonesia pun pasti bisa menjadi negara besar asalkan seluruh komponen bangsa mau bekerja keras. Republik ini tidak bisa dititipkanhanya pada satu orang. Seluruh komponen bangsa harus sama2 membangun Indonesia. Tentu saja kerja keras saja tidak cukup. Kita butuh kerja cerdas, kerja ikhlas, kreatifitas dan sebagainya.

Oleh karena itu, saya mengingatkan diri sendiri dan mengajak teman2 semua mari milikilah impian setinggi mungkin lebih dari langit, setinggi Arsy illahi kalo bisa.. hehe. Yakin bahwa Tuhan YME pasti menolong kita, asalkan kita libatkan Tuhan YME di segala urusan kita. Yakinlah bahwa Tuhan YME memiliki banyak cara untuk mengabulkan impian kita maupun mengganti impian kita menjadi lebih baik. Jangan pernah berhenti berharap, putus asa dan menyerah, karena kekuasaan, rahmat, dan kasih sayang Tuhan YME terbentang luas bagi seluruh hambanya dimuka bumi. Sudah saatnya bangsa ini bisa berdiri tegak bersama bangsa lain. Ingin rasanya ketika kita ditanya asal kita, kita dengan lantang dan menjawab, “Saya dari Indonesia dan saya bangga lahir di Indonesia dan menjadi bagian dari bangsa ini”. Mari persiapkan diri kita masing2 untuk belajar tidak hanya menjadi pemuda/i yang cerdas secara intelektual saja tapi juga harus cerdas secara spiritual dan emosional. Karena menurut Bapak SBY, “Setinggi-tingginya kualitas intelektual seseorang jika tidak ditunjang dengan akhlak yg baik maka hanya bisa menjadi racun bagi bangsa ini”. Momentum hari HUT RI harapannya tidak hanya menjadi seremonial belaka tapi menjadi momen yg tepat untuk merenungi apa yg telah kita sumbangsihkan ke Negara dan apa selanjutnya yg akan kita kontribusikan ke negara Demikian yg bisa saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf. Terimakasih.. tetap semangat..

Dirgahayu Republik Indonesia, Dirgahayu negeriku tercinta,
Selamat hari ulang tahun ke-69 kemerdekaan Republik Indonesia. Terimakasih pahlawanku semoga kami bisa melajutkan perjuanganmu. Amien..

Bogor, 17 Agustus 2014
Drajat Jiwandono

logo_hut_ri_ke_69

Categories: InCer '45 | Tinggalkan komentar

Bersyukur terlahir sebagai manusia kembar

Bismillahirrohmanirrohiim
Alhamdulillahirobbil’alamiin..
Saya bersyukur sekali kehadirat Allah SWT karena terlahir sebagai manusia kembar,
Hem.. soalnya hanya segelintir manusia di dunia ini sih yg bisa bernasib seperti saya, hehe..
Gimana ga senang ??
bayangkan jika anda memiliki seseorang yg serupa dengan anda, seumuran, seukuran fisiknya, bahkan sifat dasarnya nyaris sama..
dari bayi ga pernah kesepian, karena mempunyai teman bermain yg selalu sedia untuk anda.. dan masih bnyk lagi..
Apalagi jika dianugrahi saudara kembar yg sholeh, pintar, tampan lagi..
wah.. sesuatu banget itu, haha..
bisa dikatakan kini saya memiliki salah satu perhiasan yg paling berharga didunia, maklum belum punya istri, hehe..
(Sabda Rasul SAW, “wanita/istri sholehah merupakan perhiasan paling berharga didunia”)
Saudara kembarku yang saya mulyakan,
kita lahir dari rahim yang sama,
kita dianugrahi allah seorang malaikat (Ibu) yg sama
kita tumbuh besar karena nafkah dari jerih payah sang pejuang (Ayah) yg sama
kita besar dari lingkungan keluarga yang sama pula,
kita juga mendapat ilmu dari guru yg sama pula,
sampai akhirnya kini lingkungan pendidikan kita berbeda
meskipun kini berbeda..
tapi kita punya tujuan hidup yg sama
punya cita-cita hidup yang tunggal
yaitu meraih ridho illahi..
sy yakin kita tak hanya berjumpa di dunia yg fana ini
sy optimis kita akan tinggal bersama di surga allah yg kekal itu
semoga harapanku diridhoi allah SWT
kita akan sama2 berkumpul di telaga  bersama Rasulullah SAW
seperti layaknya cucu baginda rasul SAW,
Hasan dan Husen yg sahid di jalan Allah
Semoga iman dan islam selalu tertanam subur dalam qalbu kita, amien..
syukron..
Hallo, apa kabar sahabatku semuanya ?
semoga tulisan diatas tidak membuat sahabat ingin mempunyai saudara kembar ya ? Hehe..
apalagi ingin memiliki anak kembar ? haha..
Afwan, sy tdk bermaksud apa2 kecuali belajar menuangkan apa yg terlintas dipikiran dan terasa dalam qalbu

ya.. meskipun sudah belajar menuangkan dgn hati2 nyatanya masih tumpah, sehingga tulisannya jd ga terlalu enak dibaca deh..

mohon maklum ya..
owh ya.. sy pengen ngetes,
ada yg bisa tebak ? saya yg pake baju koko putih atau biru ? jgn sampe salah ya.. hehe..
kembaranku

 

Categories: Catatan Hidup | Tinggalkan komentar

Tidak harus Menjadi Muslim untuk Peduli dengan Gaza

Akhir-akhir ini mata dunia terbelalak dengan apa yang sedang menimpa saudara-saudara kita yang ada di Gaza, Palestina. Sebuah konflik berdarah atau peperangan terbuka yang kian memijar antara Israel dan palestina. Peperangan yang terjadi sungguh tidak beradab dan berkemanusiaan, ratusan orang meninggal dan banyak bangunan fisik hancur serta yang patut disayangkan banyak penduduk sipil dan anak-anak kecil serta balita menjadi korban kekejaman Israel. Hampir semua media massa baik cetak maupun elektronik menampilkan berita-berita mengenai Gaza sebagai berita utama. Dijejaring sosial bisa kita temukan berita tentang gaza, tak terhitung orang yang membuat status tentang gaza, sekedar menunjukan rasa keprihatinan maupun ajakan melakukan penggalangan dana bantuan.

Saudaraku yang budiman, ditengah kondisi yang tidak baik ini ternyata masih ada sebagian masyarakat kita yang berpikir sempit tentang Gaza. Sebagai bagian dari Warga Negara Indonesia (WNI) dan Dunia, mari kita pahami bahwa apa yang terjadi di Gaza merupakan peperangan dan kekejaman terhadap kemanusiaan bukan hanya sekedar perang antar agama atau suku bangsa. Peperangan yang terjadi di Gaza merupakan salah satu contoh pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang sungguh nyata terjadi pada saat ini. Sungguh sangat tepat jika kita peduli dengan Gaza sekalipun kita sebagai warga non muslim misalnya. Masih nampak apa yang terjadi Gaza dipahami peperangan terhadap islam, betul memang umumnya rakyat Palestina beragama islam dan Negara Israel merupakan kaum Yahudi namun peperangan di Gaza sangat layak dan pantas disebut juga sebagai peperangan terhadap kemanusian.

Mari kita jernihkan hati dan pola pikir, jangan sampai konflik yang ada di Palestina hanya diangkat dalam sudut pandang pintu agama tertentu, karena hal ini dapat memperuncing perbedaaan khususnya yang ada di negara kita. Saya yakin jika persepsi kita sebagai WNI itu sama, maka yang akan memiliki empati ke Gaza bukan hanya kaum muslim dinegeri ini saja. Tapi, gerakan peduli Gaza akan menjadi gerakan kolektif seluruh rakyat Indonesia apapun background agama, suku dan kepercayaannnya.

Mari sebarkan pemahaman dan keperdulian bahwa ada sebuah kejahatan yang tidak beradab ditengah peradaban dunia, bahwa perang yang sedang terjadi itu sungguh tidak manusiawi apapun agama saudara, jangan saudara sebarkan kebencian terhadap agama dan suku tertentu demi menarik simpatik terhadap Gaza karena hal itu tidak akan pernah menyelesaikan permasalahan sesungguhnya, karena nantinya kebencian tersebut hanya akan melahirkan Gaza lain di bagian dunia lain. Apapun agamamu tidak akan pernah membenarkan peperangan ini karena agama sesungguhnya mengajarkan perdamaian bukan peperangan. Marilah membuat aksi nyata bersimpatik atas Gaza sesuai dengan apa yang saudara bisa, melalui sumbangan atas apa yang kau miliki baik itu materi, doa dan pemahaman yang benar, bukan

FMKI Peduli Palestina

FMKI Peduli Palestina

menuliskan #pray for GAZA#. Sungguh Indah rasanya jika kita sebagai WNI menyadari bahwa kemerdekaan adalah hak seluruh bangsa, dan tunjukan peran aktif kita demi menegakkan UUD 1945 yang mengamanatkan bahwa Indonesia sebagai bangsa turut menjaga perdamaian dunia dan menjamin kemerdekaan setiap bangsa. Terimakasih..

Categories: InCer '45 | Tinggalkan komentar

Sekeping Nasehat untuk Saudariku

advice

 

Fitrah seorang wanita itu, tertutup dan tersembunyi

Fitrah, tidak suka dikenali atau mengenal lelaki yang bukan mahramnya

Fitrah, bahwa kaum ini mempunyai perasaan malu yang amat tinggi

Fitrah, bahwa mereka selalu berusaha menjaga izzah dan iffah diri

Semestinya, yang tertutup itu lebih terjaga

Semestinya, yang tersembunyi itu lebih mulia

Semestinya, yang tak terlihat itu lebih berharga

 

Buat wanita, tak semua perkara bisa dibagikan

Buat wanita, tak semua kelebihan bisa diperlihatkan

biarlah ia menjadi rahasia milik pribadi

Biarlah, hanya Allah dan rasulnya mengetahui

biarlah, suamimu kelak yang menikmati

Mari, Sama-sama saling menjaga diri

Wanita, ekslusufkan diri anda,

 

Wahai saudariku..

kalian ibarat kuntuman bunga dipagi hari,

yang mekar sepanjang hari

mewangi bagai haruman surgawi

kelak kalian menjadi tiang negara republik ini

pantang lemah dan lalai

Pancangkan iman dan islam dalam hati

Taqwamu menjadi benteng diri

Angkatlah drajatmu ke ufuk tertinggi

Lahirkanlah dari rahimmu generasi Qur’ani

yang kelak menjadi pemimpin sejati

untuk Indonesia yg kita cintai

untuk keberkahan duniawi dan ukhrawi

 

sekedar nasehat, buat saudariku semuanya..

Syukron..

 

(Hasil modifikasi dari puisi berjudul “Mutiara Sakinah”)

Categories: InCer '45 | Tinggalkan komentar

Manufacturing dream #4 : InCer ’45 bag. II

 Realita di Indonesia

Saat ini kondisi negara ini boleh dikatakan masih memprihatinkan. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010 jumlah penduduk di Indonesia  237.641.326 jiwa. Jumlah penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan pada bulan  September 2012 berjumlah28.594.600 jiwa. Jumlah pengangguran pada bulan Februari 2013 berkisar 7.170.523 jiwa.  Menurut United Nations Development Program, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia bulan Maret tahun 2013 di peringkat 121 dari 187 negara yang disurvei, dengan skor 0,629. Peringkat ini turun dari peringkat 108 pada tahun 2010. Secara ekonomi terjadi pertumbuhan ekonomi yang cukup baik rata-rata diatas 6 persen per tahun. Hal ini tentu cukup membanggakan, namun tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak ditemukan masyarakat yang memiliki standar hidup yang tidak layak, banyak yang masih menganggur, kemiskinan terjadi baik di perkotaan maupun pedesaan. Diusianya yang menginjak 68 tahun, bangsa Indonesia belum  bisa berdiri dengan kaki sendiri dan masih disuapi oleh bangsa lain meskipun secara lahir kita sudah merdeka.

Mengutip perkataan mantan presiden Amerika Serikat John F. Kennedy bahwanya kita sebagai warga negara yang baik tidak boleh menuntut berlebihan apa yang harus diberikan negara kepada kita, tapi cobalah pikirkan apa yang bisa kita berikan untuk kemajuan bangsa dan negara. Hal ini rasanya tepat untuk menyikapi kondisi negara saat ini yang masih jalan ditempat. Saya selaku mahasiswa merasa prihatin dengan kondisi bangsa saat ini dan merasa terpanggil untuk turut berkontribusi menyelesaikan permasalahan tersebut. 

Saat ini saya tercatat sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN). Sebagai mahasiswa yang dibiayai dengan uang rakyat, saya mempunyai tanggungjawab yang lebih besar dibanding dengan mahasiswa lain pada umumnya. Salah satu usaha yang telah saya lakukan adalah dengan merintis Program Indonesia Cemerlang 2045 (InCer ’45). Progam tersebut telah diwadahi kedalam sebuah organisasi kemahasiswaan yang bernama Ikatan Mahasiswa Program Kakak Asuh (IMPKA) Sekolah Tinggi Sandi Negara dan Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia (FMKI)  yang akan dijelaskan pada poin selanjutnya.

 

IMPKA

Ikatan Mahasiswa Program Kakak Asuh (IMPKA) adalah Unit Kegiatan Mahasiwa (UKM) di lingkungan STSN yang bergerak di bidang sosial masyarakat  khususnya pendidikan. UKM ini berdiri sejak tahun 2003, mempunyai fokus utama membantu meningkatkan taraf pendidikan masyarakat sekitar kampus STSN. Kondisi sekitar kampus sungguh memprihatinkan, masih banyak ditemukan anak-anak yang putus sekolah. Taraf pendidikan masyarakatnya pada umumnya masih rendah, mereka kebanyakan lulusan sekolah dasar dan menengah.

Alhamdulillah, saat ini IMPKA telah menangani lebih dari 50 siswa yang berasal dari anak-anak usia SD sampai SMK/SMA di lingkungan kampus. Kebanyakan mereka adalah anak yatim piatu dan kurang mampu secara ekonomi.  Orang tua mereka mayoritas para pekerja buruh pasir dan pembudidaya ikan lele serta petani yang menjadi mata pencaharian utama warga sekitar kampus.

Setiap minggu adik-adik IMPKA sebutan bagi siswa IMPKA diberikan les pelajaran sekolah secara gratis dari kader IMPKA yang merupakan mahasisiwa STSN. Kegiatan berlangsung di dalam kampus yaitu pada hari minggu sore dan rabu malam di rumah warga sekitar kampus. Selain itu, IMPKA juga memberikan beasiswa kepada seluruh adik IMPKA untuk membantu meringankan biaya sekolah. Sumber keuangan IMPKA berasal dari donasi mahasiwa dan pejabat di lingkungan STSN.  Harapannya kader IMPKA bisa mendidik adik IMPKA menjadi generasi berlian yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi berkarakter dan bermoral tinggi sehingga siap berkompetisi baik ditingkat lokal, nasional, maupun internasional. Oleh karena itu dibentuklah Program InCer ’45 guna memenuhi harapan tersebut.

 

 

Categories: InCer '45 | Tinggalkan komentar

Manufacturing dream #2 : “Dari FMKI untuk Indonesia″

Melalui essay ini saya menuliskan harapan saya untuk FMKI yang akan datang :

# Coretan ini saya tulis ketika saya belum menjadi ketua FMKI seperti sekarang. Saya menuliskan hal ini sebagai salah satu syarat untuk mengikuti seleksi bakal calon ketua FMKI kala ini. Dan kini setelah saya mendapatkan amanah sebagai ketua FMKI, saya ingin berbagi mimpi kepada teman2 semua khususnya anggota FMKI. Berisi 11 butir bulir mimpi untuk FMKI kedepan, yuk.. kita gapai bersama…

Dalam Anggaran Dasar Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia (FMKI) disebutkan bahwa FMKI merupakan wadah bersama seluruh Mahasiswa Perguruan Tinggi Kedinasan Indonesia. FMKI mempunyai tujuan yang sangat mulia dengan visi mendorong terciptaanya mahasiswa kedinasan yang mandiri, professional, serta berakhalak mulia. Anggota FMKI adalah seluruh mahasiswa kedinasan dibawah naungan Lembaga Pemerintah Kementerian maupun Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) kecuali Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama.

Saya berharap FMKI bisa menjadi organisasi yang bisa menyatukan seluruh pemuda-pemudi Indonesia khususnya mahasiswa kedinasan  agar mempunyai tujuan dan arah tunggal yaitu melunasi janji kemerdekaan Republik Indonesia. Negara ini didirikan dengan  cita-cita yang begitu mulia yaitu mewujudkan suatu negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Kita sebagai generasi muda mempunyai kewajiban untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif demi kemajuan bangsa dan negara. FMKI harus mempunyai arah dan tujuan yang jelas kedepannya dan bisa dilaksanakan oleh masing-masing Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK). Untuk itu saya mempunyai gagasan sebagai berikut.

Pertama, saya memimpikan suatu saat FMKI dipimpin oleh seorang yang  layak disebut sebagai seorang pemimpin yang ideal. Pemimpin itu berasal dari kata ’pemimpi’ ditambah ‘n’, ‘n’ disini merupakan kependekan dari kata ‘nyali’. Jadi, FMKI selayaknya dipimpin oleh seorang yang mempunyai mimpi yang besar terhadap kemajuan bangsa Indonesia dan dia mempunyai ambisi serta nyali yang besar pula  untuk mewujudkannya. FMKI membutuhkan seorang yang dapat dijadikan sebagai teladan dan mampu menggugah kita semua sebagai anggota agar bertekad berkontribusi maksimal terhadap kemajuan Indonesia.

Kedua, jika boleh memberi saran FMKI sebaiknya mempunyai suatu brand strategy jangka panjang yang bisa diukur dengan target tertentu. Pada tahun 2013 melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ikatan Mahasiswa Program Kakak Asuh (IMPKA) yang sedang saya pimpin, saya  menginisiasi program InCer ’45. Apa yang dimaksud InCer ’45 ? Incer sendiri berasal dari bahasa jawa yang berarti membidik atau  mengincar  sedangkan InCer ’45 merupakan kependekan dari Indonesia Cemerlang 2045. Jadi program  ini berharap bahwa Indonesia pada tahun 2045, tepat ketika 100 tahun merdeka bisa menjadi negara yang cemerlang dalam segala hal alias menjadi negara maju. Untuk mewujudkan hal ini tentu tidak bisa diperoleh secara instant. Hal ini diperoleh dengan persiapan  matang dan jarak jauh mulai dari saat ini. Kemajuan Indonesia dimasa depan paling  tidak harus dimimpikan dari sekarang, setelah itu baru kita susun rencana dan strategy untuk meraihnya. FMKI mempunyai peran yang sangat strategis untuk masa depan Indonesia. Mahasiswa Perguruan Tinggi Kediansan (PTK) yang merupakan anggota FMKI nantinya ditempatkan di berbagai lembaga pemerintah. Jika FMKI mempunyai brand strategy InCer ’45 dan mampu meyakinkan setiap anggota FMKI untuk meraihnya. Saya optimis akan terjadi perubahan bahkan revolusi besar terhadap mental  para calon pemimpin kita yang merupakan anggota FMKI. Sehingga Indonesia cemerlang 2045 tidak hanya sekedar mimpi belaka namun benar-benar dapat terwujud. Menurut saya pilihan yang tepat jika FMKI mengadopsi InCer ’45 sebagai brand strategy kedepan.

Ketiga, FMKI harus bisa menumbuhkan dan menyatukan mimpi seluruh anggotanya khususnya terhadap impian terhadap kemajuan bangsa dan Negara Indonesia. Sekarang generasi muda kita sedang dihinggapi krisis nasionalisme dan pesimisme terhadap masa depan bangsa. Negara kita boleh dianalogikan masih belum mampu berdiri dengan kaki sendiri dan masih harus disuapi oleh bangsa lain (tidak mandiri). Padahal negeri ini mempunyai mempunyai seluruh persyaratan untuk menjadi negara maju. Akankah kita selaku generasi muda harapan bangsa tidak mau berbuat sesuatu untuk negeri kita tercinta ? Paling tidak mari mulai dari sekarang melalui FMKI kita tumbuhkan dan satukan mimpi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Meskipun anggota FMKI mempunyai background pendidikan berbeda-beda tapi mampunyai satu mimpi yang sama yaitu memajukan Indonesia di masa depan. Dengan begini FMKI akan menjadi aset negara yang tak ternilai harganya, jauh lebih berharga dari kandungan minyak yang ada di Laut Ambalat, Blok Natuna, Blok Cepu bahkan Gunung Emas yang ada di Tembagapura dan Newmont, NTT, dll.

Keempat, Mahasiswa kedinasan pada dasarnya adalah mahasiswa yang dibiayai menggunakan uang negara yang bersumber dari uang rakyat maka tidak salah jika mahasiswa kedinasan disebut sebagai mahasiswa rakyat. Gubernur DKI Jakarta Bapak Joko Widodo menjadi sosok yang begitu fenomenal karena beliau dikenal sebagai pemimpin yang dekat rakyat (merakyat). Sama halnya dengan mahasiswa kedinasan akan diapresiasi masyarakat jika mau membaur atau dekat dengan rakyat khususnya masyarakat kecil. FMKI bisa membuat suatu gerakan nasional untuk mewujudkan hal ini. Dalam bayangan saya FMKI bisa melakukan apa yang sudah saya rintis di IMPKA yaitu “Gerakan Mahasiswa Merakyat” (GEMAR) atau “Gerakan Taruna Merakyat” (GENTAR). Dengan gerakan tersebut nantinya  akan  ada kegiatan yang sifatnya terjun langsung ke masyarakat yang dapat dilaksanakan di masing-masing PTK sesuai potensinya atau bisa secara terintegrasi dalam bentuk Desa Binaan seperti yang telah dilaksanakan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.

Kelima, Selain itu FMKI juga bisa melaksanakan kegiatan integrasi antar PTK yang disebut Dedication camp (Kemah Pengabdian) yang dapat digunakan sebagai ajang silaturahmi dan pengabdian kepada masyarakat. FMKI juga bisa menambahkan “Gerakan FMKI Mengajar” yang mengharuskan tiap-tiap PTK memberikan pengajaran terhadap anak-anak disekitar kampusnya yang membutuhkan bantuan.

Keenam, saya berharap melalui FMKI benar-benar bisa mendorong pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi di masing-masing PTK. FMKI bisa menumbuhkembangkan iklim penelitian di masing-masing PTK. Misalnya FMKI sebaiknya memiliki semacam jurnal penelitian ilmiah yang bisa menampung seluruh buah karya penelitian mahasiswa/taruna PTK. Saya yakin kegiatan penelitian akan semakin berkembang melalui cara tersebut meskipun tidak cukup dengan itu. Selama ini mahasiswa kedinasan tidak terlalu greget dalam melakukan riset dan penelitian, mungkin disebabkan karena mayoritas yang masuk PTK adalah yang ingin menjadi PNS atau ingin sekolah gratis dan luluspun dijamin masuk PNS. Untuk mengubah kultur seperti ini berarti FMKI harus menyadarkan bahwa mahasiswa kedinasan mempunyai tantangan yang besar nantinya setelah lulus.

Ketujuh, FMKI dalam mencapai tujuannya tidak boleh berjalan sendirian kita harus berjalan bersama-sama dengan yang lain. Menurut saya FMKI bisa melakukan Gerakan Anti Korupsi dengan  berkerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan langkah ini berarti kita membudayakan pemberantasan korupsi dari akarnya atau sumber mata airnya yang tidak lain adalah mahasiswa kedinasan yang  nantinya menjadi calon pemimpin masa depan. KPK bisa memberikan sosialisasi atau kampanye mengenai bahaya laten korupsi ke seluruh PTK di Indonesia. Dampak positif kegiatan ini nantinya akan dirasakan dimasa yang akan datang dimana Indonesia akan menjadi negara yang bersih dari korupsi, amien..

Kedelapan, FMKI bisa mendorong terwujudnya Indonesia bebas Narkoba dengan bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Dengan kerjasama ini BNN bisa melakukan sosialisasi bahaya narkoba keseluruh PTK di Indonesia. Harapannya tidak ada mahasiswa PTK yang mengkonsumsi narkoba dan syukur ilmu yang didapatkan bisa dibagikan ke lingkungan sekitarnya. Mahasiwa PTK mayoritas tergolong masih muda berpotensi besar bisa menjadi sasaran narkoba oleh para pengedar makanya harus dicegah mulai dari bangku pendidikan.

Kesembilan, FMKI bisa bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mendukung dan menyelenggarakan suatu kegiatan pemeberdayaan pemuda/i seperti olahraga, seni atau yang lain. Selain itu, Kemenpora juga berpotensi mengambil bibit-bibit atlet nasional dari mahasiswa PTK.

Kesepuluh, FMKI bisa bekerjasama dengan perkumpulan mahasiswa yang berada dilingkungan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. Seperti kita ketahui ada Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) atau yang lainnya. Pemuda-pemudi Indonesia harus bersatu-padu untuk melunaskan janji kemerdekaan Indoesia meskipun dengan latar belakang yang berbeda. Dengan kegiatan ini kita bisa berdiskusi mencari solusi terhadap permasalahan bangsa seperti yang terjadi sat ini. Dalam catatan sejarah kita kenal ada sumpah pemuda yang berhasil menyatukan seluruh pemuda kala itu. Tidak ada salahnya jika hal tersebut diulang saat ini.

Kesebelas, saya seorang mahasiwa dengan latar belakang jurusan manajemen. Saat ini saya sedang mengkaji mengenai konsep organisasi jarak jauh atau disebut teleorganisasi. Konsep ini sangat baik jika diterapkan FMKI mengingat pengurus pusatnya berasal dari beragam perguruan tinggi. Jadi diharapkan meskipun pengurus pusatnya berasal dari berbagai PTK tapi dengan konsep ini nantinya untuk kordinasi dan komunikasi berjalan lebih  mudah.

Demikian gagasan untuk FMKI yang bisa saya tuangkan melalui tulisan ini. Sebenarnya masih banyak yang belum saya tuliskan karena mungkin belum waktunya. Jika ditanya mengapa saya tertarik menjadi ketua FMKI. Alasan saya yang utama adalah karena saya ingin menuangkan segala mimpi saya melalui FMKI. Saya mempunyai mimpi yang besar untuk FMKI dan Negara tercinta Indonesia ini tentunya. Semoga nantinya siapapun  yang terpilih adalah sosok yang tepat sebagai pemimpin yang ideal untuk FMKI kedepan. Terimakasih.

Bogor, 18 Januari 2014

Drajat Jiwandono

Bakal Calon Ketua FMKI

 

Categories: InCer '45 | Tinggalkan komentar

Manufacturing dream #1 : “Impian di BHAKTI PTK 2014”

Bhakti PTK 2014 merupakan program kerja dari Unit Pengabdian Masyarakat Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia (FMKI) sebagai sumbangsih kami dalam belajar mengabdikan diri kepada masyarakat. Kegiatan ini akan berlangsung pada tanggal 18-20 April 2014 di desa sejahtera FMKI tepatnya di desa Gedepangrango, kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mau ngapain aja sih kita disana ? Sesuai namanya, kita akan melakukan serangkaian kegiatan sosial yang ditujukan kepada masyarakat di desa tersebut. Banyak acara yang sudah kami agendakan mulai dari hiking, kerja bakti bersih curug, bhakti lingkungan, Transek walk, sarasehan dengan tokoh masyarakat, dll.

Namun yang istimewa dari kegiatan tersebut ialah seperti ini. Visi kepemimpinan saya di FMKI tahun ini ialah “Menjadikan FMKI sebagai Budi Utomonya Indonesia pada masa kini”. Terlihat berlebihan memang, hehe.. Kenapa saya mengambil visi tersebut ? Saya melihat FMKI adalah organisasi pemuda yang mempunyai potensi yang begitu besar sebagai poros kebangkitan bangsa saat ini. Kita tau semua bahwa FMKI beranggotakan seluruh mahasiswa kedinasan di Indonesia yang notabene kawula muda. Istimewanya lagi anggota FMKI sebagian besar memang dipersiapkan menjadi calon pemimpin di instansinya masing-masing atau alias menjadi abdi negara/ PNS. Sementara kita tau sendiri bahwa pemuda adalah pelopor perubahan baik itu positif maupun negatif. Coba kita tengok sejarah, Budi Utomo yang dilahirkan 20 mei 1908 dan menjadi pelopor kebangkitan nasional aktornya adalah pemuda kala itu, Sumpah Pemuda 1928 yang berhasil mempersatukan pemuda tanah air juga pemuda lakonnya, dan pada tahun 1945 ketika bangsa ini merebut kemerdekaan juga berkat kegigihan pemuda dlm berjuang, dan tentu kita masih ingat bahwa ditangan mahasiswa yang notabene pemuda, rezim orde baru yang begitu kokoh berkuasa pun berhasil ditumbangkan melalui reformasi.

Lalu bagaimakah kondisi pemuda saat ini ? Apakah semangat untuk memajukan bangsa dan negara masih ada didada kita ? Melihat realita sekarang tidak banyak pemuda dalam hal ini mahasiswa yang begitu gigih untuk memajukan bangsa dan negara. Seakan-akan kita seperti dininabobokan di kandang sendiri. Kita tentu ingin agar FMKI bisa menjadi organisasi yang kontributif dalam memajukan bangsa dan negara. Tidak mudah memang ditengah-tengah kondisi kesibukan kita masing-masing, apalagi untuk memikirkan hal-hal yang sudah dianggap tabu seperti ini. Kata orang, “buat apa mikirin kayak gitu, wong.. negara kita sudah merdeka kok..”

Apakah hanya sekedar kemerdekaan sudah cukup bagi kita ? Kata siapa kita sudah merdeka 100 % ? Secara real memang kita diakui sebagai negara yang merdeka namun kenyataanya negara kita belum tuh..  merdeka. Kita masih menjadi bangsa yang belum bisa berdiri tegak dengan kaki sendiri, kita masih menjadi bangsa yang harus disuapin oleh bangsa, maaf.. kasarannya kadang kita juga masih menjadi bangsa yang suka meminta belas kasihan/pengemis bangsa lain. Akankah kita sebagai generasi harapan hanya membiarkan hal ini terus terjadi. Tidakkah kita punya impian agar Indonesia maju ??

Memang berjuang dizaman sekarang dibanding berjuang mengusir penjajah pada zaman dahulu lebih susah, itu kata Bung Karno. Sekarang lawan kita adalah bangsa kita sendiri yang tentu jauh lebih sulit untuk dikenali apalagi ditaklukan. Kemalasan, tidak disiplin, perilaku koruptif, ketidakadilan, keserakahan, menghalalkan segala cara, menjual bangsa sendiri, dll adalah musuh bersama saat ini. Yuk.. melalui Bhakti PTK 2014, kita satukan tekad dan cita-cita untuk memajukan bangsa dan negara. Mari kita jadikan Indonesia Cemerlang 2045 sebagai cita-cita kita bersama. Saya yakin anggota FMKI saat ini adalah calon pemimpin Indonesia tahun 2045. Yuk.. kita ulangi sejarah, kita lakukan apa yang sudah dilakukan Budi Utomo pada masa itu Mei 1908 yaitu menjadi pelopor kebangkitan nasional untuk mengusir penjajah dari Bumi Pertiwi. Dan sekarang April 2014 kita jadikan Bhakti PTK 2014 sebagai momentum kebangkitan bangsa jilid II dengan tujuan bukan lagi merebut kemerdekaan melainkan untuk melunasi janji-janji kemerdekaan, setuju ??

Sungguh indah jika seluruh anggota FMKI meskipun dengan warna seragam yang berbeda, dengan disiplin ilmu yang beragam, dan dibawah instansi yang berlainan namun memiliki satu tekad dan cita-cita yaitu InCer ’45 (Indonesia cemerlang 2045). Kita harus yakin dengan begini impian agar Indonesia bisa sejajar dengan bangsa maju lainnya akan benar-benar terwujud. Amien..

Besok kita bisa duduk bersama, sharing bareng, mengupas berbagai masalah yang sedang mendera bangsa ini seperti PEMILU 2014, Asean Economic Comunity 2015 yang akan kita hadapi tahun depan, strategi menuju InCer ’45, dll. Meskipun nanti kegiatannya tidak dilangsungkan di hotel berbintang dan pastinya penuh dengan nuansa keprihatinan, semoga kita tetap antusias untuk mengikuti seluruh rangkaian acara. Saya tunggu kehadiran saudara-saudaraku semuanya.. ditunggu kritik dan sarannya ya..

terimakasih..

Bogor, 11 April 2014

Drajat Jiwandono

Ketua FMKI

 

Categories: Catatan Hidup | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

mawaddahindah

Just another WordPress.com site

Rahadian Dewandono

Technology Consultant, Software Developer, Project Manager, Lifelong Learner

Nikah Muda Yuk...

Mencari ridha Allah dengan segera menikah

aliktahassa

Menghaluskan Rasa, Menajamkan Pikir

Friansa's Blog

Peduli maritim dan pulau-pulau kecil Indonesia

NURTINA

Selalu Berbagi Untuk Orang Lain

Catatan Kriptografi

Kriptografi untuk semua

kajiankomunikasi.wordpress.com/

Kajian Komunikasi Berbagai Topik Sosial oleh Hejis

TEORI-ONLINE

References, Tutorials and Discussion

Majulah Negaraku

A great WordPress.com site

Cintailah Indonesia

Mari Kita Cintai Indonesia

Aku Cinta Negaraku

A topnotch WordPress.com site

Inilah Negaraku

A great WordPress.com site

Goresan Pena Muhaira

Everything we do it for Allah

Khoirotunhisan01's Weblog

Mengkader hafizhah (penghafal Al Qur'an)

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional